Jumat, 19 Desember 2014

SA’I ANTARA SHOFA dan MARWAH



SA’I ANTARA SHOFA dan MARWAH
By: Moza, Ilmi, Nunung, Faidah, Ika

Apakah hukum sa’i antara shofa dan marwah,fardhu/sunnah(tathowwu’) ?
Para fuqoha’ berbeda pendapat mengenai hukum sa’i antara shofa dan marwah.dalam hal ini ada 3 pendapat:
·      Pendapat pertama menyatakan bahwa sesungguhnya sa’i itu merupakan salah satu rukun haji,barang siapa yang meninggalkannya maka hajinya menjadi batal.Pendapat ini berasal dari golongan syafi’iyyah dan malikiyyah dan salah satu riwayat imam ahmad,dan itu pula yang diriwayatkan oleh para sahabat nabi seperti ibnu abbas,jabir dan a’isyah r.a.
·      Pendapat kedua menyatakan bahwa sa’i itu hukumnya wajib dan ia bukan salah satu rukun haji,maka apabila meninggalkannya wajib membayar dam(denda).Pendapat ini dikemukakan oleh golongan abu hanifah dan ats-tsauri.
·      Pendapat ketiga menyatakan bahwa sa’i itu hukumnya tathowu’(sunnah),dan tidak ada sanksi apapun bila meninggalkannya. Pendapat ini dikemukakan oleh ibnu abbas,anas,dan satu riwayat dari imam ahmad.
Dalil golongan pertama(jumhur)
Ø Sabda nabi SAW:
اسعوافان الله كتب علىكم السّعى
“ Bersa’ilah karena sesungguhnya alloh mewajibkan atasamu sa’i “
Ø Berdasarkan riwayat ,bahwa nabi saw ketika sa’i dalam haji wada’ tatkala dekat dengan bukit shofa beliau membaca:
                انّ الصّفاوالمروةمن سعاءرالله                                                       

Disinilah alloh menyebut shofa lebih dahulu, kemudian nabi bersabda:
ابدؤابمابداءالله به
“Mulailah dengan apa yang alloh mulai dengannya”.
Kemudian beliau menyelesaikan sa’inya 7x lalu menyuruh sahabatnya mengikutinya, maka ia berkata:
خذواعنّي مناسككم
“Ambilah dari sunnahku manasik hajimu”
Karena perintah disini menunjukksn wajib,sedangkan sa’i termasuk diantara manasik haji,maka berarti sa’i adalah “rukun haji”
Ø Hadits a’isyah r a:
لعمري مااُتمّالله حجّ من لم يطف بين الصّفاوالمروة
“demi hidupku alloh tidak akan menyempurnakan ibadah haji orang yang tidak sa’i antara shofa dan marwah”
Ø Para jumhur juga berkata:”sesungguhnya sa’i itu beberapa lari yang diperintahkan disuatutempat ditanah haram dan merupakan salah satu ritual ibadah haji dan umrah,maka ia termasuk rukun keduanya sebagaimana thowaf dibaitullah.
Dalil golongan kedua
Abu hanifah dan ats-tsauri berpendapat bahwasanya sa’i itu wajib,dan bukan salah satu rukun haji dan umrah. Hal ini dilandasi dengan dalil-dalil sebagai berikut:
 Firman allah SWT:
 فمن حجّ البيت اُو اعتمر فلا جناح عليه ان يطّوّف بهما
“Maka barang siapa berhaji dan berumrah,maka tidaklah berdosabersa’i antara keduanya”
Ayat diatasmenunjukkan arti bahwasanya sa’i itu hukumnya boleh,sedangkan segala sesuatu yang hanya dihukumi boleh itu tentu bukan rukun. Tetapi fi’liyah nabi SAW menjadikannya wajib,maka ini sama halnya dengan wukuf di muzdalifah,melempar jumrah dan thowaf ifadah yang cukup membayar dam (denda) bagi yang meninggalkannya.
Ø Hadits yang diriwatkan oleh الشعبي dari urwah bin mudhoris at-tho’i,ia berkata:
اُتيت رسول الله صلي الله عليه وسلم.بالمزدلفة فقلت: يا رسول الله, جئت من جبل طئ, ما تركت جبلا الاّوقفت عليه, فهل لي من حج ؟ فقال عليه السّلام : من صلي معنا هذه الصّلاة ووقف معنا هذاالوقوف. وقداُدرك عرفة قبل ليلا او نهارافقدتمّ حجّه وقضى تفثه
“Aku pernah menghadap rasulullah SAW dimuzdalifah kemudian aku bertanya:”Ya rasulullah SAW aku datang dari gunung tho’i,tidak aku lewati sebuah gunungpun kecuali aku harus berwukuf diatasnya. Apakah aku telah berhaji?, kemudian rasulullah SAW menjawab: barang siapa sholat bersamaku,wukuf bersamaku ditempat ini dan ia telah benar-benar sampai diarofah sebelumnya,diwaktu pagi/siang. Maka benar-benar telah sempurna hajinya dan ia boleh menghilangkan kotorannya.”
Segi  pengambilan hadits ini ada 2 :
v Pertama: Pemberitahuan nabi SAW tentang kesempurnaan haji bukan tentang sa’i antara shofa dan marwah.
v Kedua : jika memang sa’i itu termasuk wajib dan rukun haji, maka tentunya akan diterangkan tentang penanya itu,karena nabi SAW mengetahui bahwa penanya tidak mengetahui tentang kedudukan hukumnya.
Dalil golongan ketiga
Golongan yang berpendapat bahwasanya sa’i itu  tathowwu’(sunnah) dan bukan salah satu rukun haji. Ini didasarkan pada:
Ø Firman allah ta’ala:
ومن تطوّعخيرافإنّ الله شاكرعليم
“Dan barang siapa berbuat tathowwu’(sunnah) maka sesungguhnya alloh maha mensyukuri kebaikan lagi maha mengetahui”
Ayat diatas menjelaskan bahwa sa’i itu tathowwu’(sunnah) dan bukan suatu kewajiban, maka apabila ditinggalkan tidak akan menimbulkan suatu sanksi apapun. Hal ini berdasarkan dhohirnya ayat.
Ø Hadits nabi SAW :
الحجّ عرفة
“Haji itu arofah”
Mereka berkata : hadits ini menunjukkan bahwa orang yang telah melakukan wukuf diarofah, telah dianggap sempurna hajinya dan hal ini mencakup kesempurnaan dalam berbagai seginya, beberapa hal sudah tidak perlu lagi dikerjakan, tinggal satu pekerjaan lagi yang perlu dikerjakan yaitu sa’i .
Tarjih
§ Pengarang almughni ibnu qoddamah berkata bahwa pendapat kedualah yang dianggap paling rajjih(kuat),hal ini dikarenakan dalil-dalil yang dikemukakan memang menunjukkan wajib secara mutlak bukan hanya karena kedudukannya sebagai penyempurna .
§ Sedangkan as-shobuni berpendapat bahwa pendapat yang benar adalah pendapat para jumhur, hal ini didasarkan pada fi’liyah nabi SAW serta sabda beliau :” ambillah dari (sunnah)ku manasik hajimu”(HR. Ahmad,ashabus sunnah dan al hakim),sedangkan mengikuti sunnah nabi itu hukumnya wajib, adapun ulama’ yang mengatakan bahwa sa’i itu sunnah hal ini didasarkan pada kesimpulan – kesimpulan ayat yang tidak kuat,sebagaimana yang telah diungkapkan at- thabbari ” Barang siapa berbuat tathowwu’ dengan melaksanakan haji dan umrah sekali lagi.

Rabu, 10 Desember 2014

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP - 1) Satuan Pendidikan : MI. Al Huda Mata Pelajaran : Sejarah Kebudayaan Islam Kelas/Semester : VI / 2 Tahun Pelajaran : 2011/2012 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit Pertemuan ke : 1 (satu)


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP - 1)

Satuan Pendidikan     :  MI. Al Huda
Mata Pelajaran            :  Sejarah Kebudayaan Islam
Kelas/Semester           :  VI / 2
Tahun Pelajaran          :  2011/2012
Alikasi Waktu             :  2 x 35  menit
Pertemuan ke              :  1 (satu)

STANDAR KOMPETENSI           
4. Mengenal sejarah Ali bin Abi Tholib

KOMPETENSI DASAR
4.3 Meledani nilai-nilai positif Khalifah Ali bin Abi Tholib

Nilai-nilai karakter yang diharapkan :
•      Religius                                              - Demokratis
•      Jujur                                                   - Toleran
•      Cinta damai                                        - Kreatif
•      Disiplin                                               - Mandiri
•      Kerja keras                                         - cinta tanah air           
•      Semangat kebangsaan                        - bersahabat/komunikatif
•      Cinta tanah air                                     - peduli sosial
•      Menghargai prestasi                           - peduli lingkungan
•      Bersahabat/komunikatif                     - tanggung jawab

MATERI PEMBELAJARAN
Keteladanan dari Khalifah Ali bin Abi Tholib

INDIKATOR/TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari Materi ini, diharapkan siswa dapat :
@ Menjelaskan silsilah Khalifah Ali bin Abu Thalib
@ Menyebutkan sifat-sifat Khalifah Ali bin Abi Tholib
@ Menyebutkan nilai-nilai positif dari kekhalifahan Ali bin Abi Tholib
@ Menunjukkan perilaku positif dari kekhalifahan Ali bin Abi Tholib dalam kehidupan sehari hari
@ Menjelaskan peran Ali bin Abi Thalib dalam kekhalifahan sebelumnya

METODE DAN MODEL PEMBELAJARAN
- Model Pembelajaran       : Pembelajaran Kooperatif dan Pembelajaran langsung
- Metode                           : Ceramah, Diskusi, Tanya jawab dan  Eksploratif

STRATEGI PEMBELAJARAN

I.         Pendahuluan

1.      Merevieu kembali materi yang diajarkan sebelumnya
2.      Apersepsi : mengajukan pertanyaan tentang keteladanan Khalifah Ali bin Abi Tholib
3.      Motivasi : menumbuhkan kesadaran siswa untuk menguasai materi tentang keteladanan Khalifah Ali bin Abi Tholib

II.      Kegiatan Inti

Eksplorasi      
1.      Dengan informasi dari guru, siswa diajak memahami pengertian tentang keteladanan Khalifah Ali bin Abi Tholib
2.      Guru menceritakan tentang keteladanan Khalifah Ali
3.      Guru memfasilitasi terjadinya interaksi antara peserta didik,guru, lingkungandan sumberbelajar lainnya secara tanggung jawab (responbility), berani (courage), ketulusan (honesty), integritas (integrity), peduli (caring),dan jujur (fairnes).
4.      Guru melibatkan siswa secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran

Elaborasi
1.      Dengan berdiskusi siswa diajak memahami riwayat hidup khalifah Ali bin Abi Tholib
2.      Siswa diminta menceritakan kelahiran Ali bin Abi Thalib
3.      Siswa diminta menceritakan masa kecil Ali  bin Abi Thalib
4.      Siswa diminta menjelaskan peran Ali bin Abi Thalib dalam kekhalifahan sebelumnya
5.      Siswa diminta mengerjakan soal /tugas-tugas latihan tentang riwayat hidup Khalifah Ali bin Abi Thalib pada buku/LKS yang sudah diseiakan



Konfirmasi      :
1.    Guru bertanyajawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
2.    Bersama siswa meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

III.   Penutup

1.      Guru merevisi hasil pekerjaan dalam setiap kelompok dan bersama siswa membuat kesimpulan
2.      Refleksi hasil pembelajaran
3.      Guru meberikan tugas rumah (PR)
4.      Guru kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan, bimbingan dan konseling, serta tugas individu atao kelompok.
5.      Sebagai Rencana Tindak Lanjut, guru menejalaskan materi pembelajaran pertemuan yang akan datang

SUMBER PEMBELAJARAN :

@ Buku SKI kelas VI
@ Referensi lain yang relevan
@ Media/alat bantu  :  LKS

PENILAIAN         :

1.      Tes Tertulis (Pilihan ganda)

Instrumen  terlampir…





                                                                                                                  Gresik, …..  Januari 2012

           Mengatahui                                                                                          Guru Mapel
               Kepala Madrasah                                                 
 




                                    HAMIM HAMID                                                Drs. Sholeh Faishol, M.Si


























Lampiran :

Instrumen Penilaian (RPP-1)

LINGKARI PADA HURUF a, b, c, atau d SEBAGAI JAWABAN YANG BENAR

1.    Silsilah Ali bin Abi Thalib dengan Rasulullah Muhammad SAW bertemu pada … .
a.       Abdul Mutholib                    c.  Hasyim
b.      Abu Tolib                              d.  Kilab
2.    Karena ahli dalam meberikan fatwa dan nasehat, Ali bin Abi Thalib diangkat menjadi … .
a.       Khalifah                                c.  mufti
b.      Penasehat                              d.  hakim
3.    Golongan orang yang kecewa atas kebijakan Ali bin Abi Thalib disebut golongan … .
a.       Alawiyah                               c.  Syiah
b.      Khawarij                               d.  Murji’ah
4.    Langka pertama yang dilakukan Ali bin Abi Thalib setelah diangkat menjadi Khalifah adalah … .
a.       bagi-bagi harta baitul mal      c.  menumpas para pemberontak
b.      mengganti para gubernur      d.  mendirikan kantor Negara
5.    Dalam perjanjian perdamaian Tahkim antara pasukan Muawiyah dan Ali terjadi di suatu tempat :
a.       Hudaibiyah                           c.  Syi ib
b.      Aqobah                                 d.  Daumatul Jandal
6.    Peperangan antara pasukan Ali dengan pasukan Muawiyah disebut perang … .
a.       Siffin                                     c.  jamal
b.      Badar                                    c.  saudara
7.    Ali bin abi Thalib mendapat gelar Karromallahu waj hahu, karena Ali bin Abi Thalib mempunyai sifat keteladanan yang …
a.       bijaksana, tegas, dan adil      c.  shaleh dan berjiwa bersih
b.      cerdas dan pandai                 d.  suka menolong orang lain
8.    Pemberani merupkan salah satu sifat keteladanan Ali bin Abi Thalib, beliau dalam hal ini diberi gelar … .
a.       babul ilmi                              c.  al murtadlo
b.      Imamul masakin                    d.  asadullah


KUCI JAWABAN :
1. A                 2.  C  3.  B    4.  B   5.  D    6. A       7.  C                  8.  D

SKOR :
Setiap jawaban yang benar diberi skar 1, jadi jika semua jawaban benar maka skornya 8

Nilai  :  ( jumlah Skor yang diperoleh : 8 ) x 100 = …..

Catatan Ketutasan :
Siswa dinyatakan tuntas jika memperoleh nilai minimal 75 (KKM)